Get To Freedom Information And Business :

Advertise

Showing posts with label GHAIB. Show all posts
Showing posts with label GHAIB. Show all posts

15 Panduan Islam Untuk Menjelajah Alam Jin

Thursday, February 28, 2013 | 0 comments

basmalah

15 Panduan Islam Untuk Menjelajah Alam Jin

alam-jin
Ust. Hasan Bishri, Lc. (Peruqyah Klinik Ghoib Senen)
Bismillah wash-Shalatu was-Salamu ‘Ala Rasulillah, Amma Ba’du

Mukaddimah
Alam Jin adalah bagian dari alam ghaib, Alam yang tak tersentuh oleh panca indera manusia, karenanya perlu ada penjelasan yang akurat dari sumber terpercaya, yang bisa dijadikan rujukan oleh setiap muslim. Hingga tidak ada keraguan dalam meyakini keberadaannya yang merupakan bagian dari keimanan kepada yang ghaib (lihat QS. Al-Baqarah: 1-3).
Apalagi bila mencermati media massa - cetak atau elektronik - yang sangat gencar menyajikan informasi keghaiban tapi tidak disikapi secara Syari`at, dan kalaupuan ada, terkadang tidak akurat bahkan melenceng dari aturan syari’at. Karena itu sudah seharusnya kita menjauhi media massa yang berbau mistik dan klenik yang tidak sesuai syari`at. Sebab tayangan seperti itu bisa mejadikan pemirsanya penakut dan paranoid, atau percaya pada mitos dan takhayyul, yang belum tentu benar.
Berikut ini beberapa prinsip Islam yang harus di ketahui agar saat kita menerima informasi tentang dunia Jin, tidak melahirkan keyakinan yang salah dan menyimpang.
Prinsip Islam dalam Menjelajah Alam Jin:
1. Ikuti panduan Al-Qur’an dan as-Sunnah, jangan cari referensi sembarangan untuk menjelajah alam Jin agar tidak tersesat di jalan. Setiap informasi tentang alam Jin yang tidak bersumber dari keduanya harus kita tolak, apalagi info itu bertentangan dengan keduanya.
Kita tidak boleh mendahului ketentuan al-Qur’an dan as-Sunnah atau berseberangan dengan keduanya. Allah berfirman dalam al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Wahai orang orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kalian kepada Allah sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. al-Hujurat 49:1).
2. Jin punya misi hidup yang sama dengan manusia. Allah menciptakan Jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”. (QS. adz-Dzariat 51:56).
3. Jin diciptakan dari percikan api yang sangat panas, sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an.
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ 
“Dan dia (Allah) menciptakan Jin dari percikan api neraka”. (QS. ar-Rahman 55:15).
4. Jin adalah ummat seperti halnya manusia, ada yang baik dan ada yang jahat, ada yang mukmin dan ada yang kafir. Mereka bertingkat tingkat, seperti yang dijelaskan oleh Allah,
وَأَنَّا مِنَّاالصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
“Dan sesungguhnya di antara kami (Jin) ada yang sholeh dan di antara kami ada yang tidak demikian kami berbeda beda jalan hidup kami”. (QS. al-Jin 72:11).
5. Iblis adalah termasuk komunitas Jin, karena ia membangkang perintah Allah maka disebut dengan Iblis. Ia bukanlah dari golongan malaikat. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah,
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
“Dan ketika kami katakan kepada para malaikat bersujudlah kalian kepada Adam, maka bersujudlah mereka semua kecuali Iblis adalah dia dari golongan Jin maka dia durhaka dari perintah tuhannya”. (QS. al-Kahfi 18:50).
6. Jin bisa melihat wujud asli manusia sedangkan manusia tidak bisa melihat wujud asli Jin, kecuali kalau dia menampakkan diri (berubah wujud). Seperti yang difirmankan Allah,

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ

“Sesungguhnya dia (Iblis) dan bangsanya bisa melihat kalian wahai manusia dan kalian tak bisa melihat mereka”. (QS. al-A’raf 7:27).

Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar lolongan anJing atau ringkikan keledai di malam hari, maka berlindunglah kepada Allah. Karena mereka (hewan tersebut) melihat apa yang tidak bisa kalian lihat.” (HR. Abu Daud).
7. Syetan itu sifat. Syetan bukan sosok makhluk tersendiri, tapi hanyalah sifat dan sebutan bagi setiap pembangkang dari golongan Jin dan manusia, dan sebagai musuh bagi setiap orang beriman. Terkadang Allah menyebut Iblis dalam al-Qur’an dengan sebutan syetan. Allah berfirman,
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ 
“Dan demikianlah kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh, yaitu syetan-syetan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) Jin”. (QS. al- An`am 6:112).
8. Haram minta pertolongan kepada Jin. Meminta pertolongan Jin atau kerjasama dengan mereka hukumnya haram, karena Jin tidak akan pernah membantu manusia kecuali dengan imbalan. Allah berfirman,
وَأَنَّهُ كَانَرِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا  
“Dan sesungguhnya ada sekelompok laki laki dari manusia meminta pertolongan kepada laki laki dari kelompok Jin maka bertambalah bagi mereka kesesatan”. (QS. al-Jin 72: 6).
9. Jaminan perlindungan dari Allah. Orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan syirik mereka mendapat jaminan perlindungan dari Allah dari kejahatan Jin. Al-Qur’an menyatakan,
الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ  
“Dan orang orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kesyirikan, mereka akan mendapatkan keselamatan dan mereka itulah oarang orang yang di beri petunjuk”. (QS. al-An`am 6:82).
10. Gangguan Jin itu mushibah. Orang mukmin yang terkena gangguan Jin berarti mushibah yang menjadi ujian dari Allah, maka kita harus membantunya dan jangan mencibir atau mengucilkannya. Gangguan Jin pada seseorang itu seperti sakit medis (fisik) yang dialami seseorang. Jika Allah tidak menghendaki gangguan itu terjadi, maka tak akan terjadi. Jika Dia menghendaki, maka terjadilah.
وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ 
“Dan mereka (para tukang sihir) tidak bisa memberi madharat (bahaya) dengan sihirnya pada seorangpun kecuali dengan izin Allah.”. (QS. al-Baqarah 2:102).
11. Kesurupan Jin pada manusia itu benar adanya, bukan mitos atau takhayul. Jin bisa masuk dalam tubuh manusia dan mengalir dalam tubuhnya melalui aliran darah. Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya syetan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah”. (HR. Muslim).
12. Gangguan Jin pada manusia merupakan perbuatan zhalim. Gangguan Jin terhadap manusia dengan masuk ke dalam jasadnya adalah tindakan zhalim yang harus di hentikan untuk keselamatan yang dizhalimi dan yang menzhalimi. Rasulullah bersabda,
“Tolonglah saudaramu yang menzhalimi dan yang terzhalimi, para shahabat bertanya : ‘Ya Rasullallah bagaimana cara menolong orang yang menzhalimi?’ Jawab Beliau, “Hentikan ia dari perbuatan zhalimnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).
13. Ruqyah syar’iyah solusi cerdas dan tepat serta aman. Jika kita atau orang lain diganggu Jin, obatilah dengan terapi ruqyah yang syar’iyah (sesuai tuntunan Rasulullah). Ruqyah syar’iyyah adalah terapi solutif yang tepat dan dijamin aman dari kesyirikan.
Alllah berpesan:
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Dan jika kamu ditimpa suatu gangguan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-A’raf 7:200).
‘Aisyah ra. bercerita, ketika Rasulullah masuk rumahnya, saat itu dia sedang mengobati atau meruqyah seorang wanita. Maka beliau bersabda: ”Obatilah ia dengan al-Qur’an”. (Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).
14. Jihad dengan praktik Ruqyah syar’iyah. Terapi ruqyah syari`yyah adalah bagian dari jihad fi sabilillah, karena kita melawan para tukang sihir, para dukun sesat, serta melawan kejahatan musuh Allah, yaitu syetan atau Jin zhalim. Maka jangan asal ruqyah, pastikan terapi ruqyah yang kita pilih adalah yang syar’iyah. Karena di luaran sana banyak praktik ruqyah syirik/ruqyah syar’iyah gadungan. Mari kita dukung praktik ruqyah syar’iyah untuk mengikis bejibunnya praktik perdukunan yang marak di masyarakat. Allah berfirman,
الَّذِينَ آمَنُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُواْ أَوْلِيَاء الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا  
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah”. (QS. an-Nisa’4:76).
15. Jin makhluk ghaib tapi tidak mengetahui segala keghaiban. Jin walaupun masuk dalam kategori makhluk ghaib, tapi tidak serta merta mereka tahu segala yang ghaib. Mereka punya keterbatasan seperti halnya manusia. Jin mengakui sendiri akan kelemahan dan keterbatasan mereka tersebut seperti yang diberitakan Allah dalam al-Qur’an:
وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَبِمَن فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا
“Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi, ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka”.(QS. Al-Jin 72:10).
Di ayat yang lain Allah menyatakan,
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَن لَّوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ  
“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, Jin baru mengetahuinya. Kalau sekiranya mengetahui hal yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan”. (QS. Saba’34:14).
Penutup
Masalah ghaib tidak hanya seputar kehidupan Jin dan syetan sebagaimana yang banyak diekspos oleh media massa akhir-akhir ini. Karena Jin dan syetan hanya bagian kecil dari masalah keghaiban yang sangat luas cakupannya. Adanya Allah dan para malaikat-Nya, Surga dan neraka, kehidupan di alam barzakh, kebangkitan manusia di padang makhsyar adalah termasuk keghaiban yang tidak diketahui manusia atau Jin, tapi harus dipercayai dan dijadikan sebagai pilar-pilar iman. Semua itu menjadi rahasia Allah dan Rasul yang telah diberi wahyu tentangnya.
Dan masih banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan kita, yang termasuk kategori ghaib karena tidak bisa kita indra dengan panca indra.
وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلاَ حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ  
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tiada suatu pun yang basah dan kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. al-An’am 6:59).
Dalam ayat lain, Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk meberitahukan kepada umatnya tentang ketidaktahuannya seputar yang ghaib,
قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ  
“Katakanlah, Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita bagi orang-orang yang beriman.” (QS. al-A’raf 7:188).
Maka dari itu, janganlah berbicara tentang hal yang ghaib bila tanpa dasar yang valid dan autentik, yaitu Syari’at Islam, termasuk berbicara seputar kehidupan Jin dan syetan agar keimanan pada yang ghaib dan aqidah kita tidak salah.
Wallahu A’lam.
Sumber: http://metafisis.wordpress.com/
Continue Reading

Malaikat menurut Islam- sumber ensiklopedia

| 0 comments


Malaikat (Bahasa Arab: ملاءكة; transliterasi: Malaikah) adalah makhluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah.


Etimologi Arab

Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (ملك) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi, kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan Ar-Rasul.


Malaikat di dalam ajaran Islam

Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.”[1]
Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.
Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. Seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim.

Nama dan tugas para Malaikat

Di antara para malaikat yang wajib setiap orang Islam ketahui sebagai salah satu Rukun Iman, berdasarkan Al Qur'an, hadits dan kitab-kitab. Nama (panggilan) berserta tugas-tugas mereka adalah sebagai berikut:
  • Jibril - Pemimpin para malaikat, bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.
  • Mikail - Pembagi rezeki kepada seluruh makhluk.
  • Israfil - Peniup sangkakala pada hari kiamat.
  • Munkar dan Nakir - Pemeriksa amal manusia di alam barzakh.
  • Malaikat Maut - Para pencabut nyawa seluruh makhluk, dibagi menjadi dua jenis yaitu, pencabut dengan keras dan pencabut nyawa dengan lembut.[2]
  • Ridwan - Penjaga pintu syurga.
  • Malik - Pemimpin Malaikat Zabaniah dan penjaga neraka.
  • Zabaniah - 19 malaikat penyiksa dalam neraka yang bengis dan kasar.[3]
  • Hamalat al 'Arsy - Empat malaikat pembawa 'Arsy Allah, pada hari kiamat jumlahnya akan ditambah empat menjadi delapan.[4]
  • Darda'il - Malaikat yang mencari orang yang berdo'a, bertaubat, minta ampun dan lainnya pada bulan Ramadhan.[5]
  • Hafazhah (Para Penjaga):[6][7]
    • Kiraman Katibin - Para malaikat pencatat yang mulia, ditugaskan mencatat amal manusia.[8][9]
    • Mu’aqqibat - Para malaikat yang selalu memelihara/ menjaga manusia dari kematian sampai waktu yang telah ditetapkan yang datang silih berganti.[10][11]
  • Malaikat Qarin - Malaikat pendamping manusia dari lahir hingga ajalnya, bertugas membisikkan hal-hal kebenaran dan kebaikan.[12]
  • Malaikat Arham - Malaikat yang diperintahkan untuk meniupkan ruh, menetapkan rizki, ajal, amal dan celaka atau bahagia pada 4 bulan kehamilan.[13]
  • As-Sijilli - Malaikat yang memberitahukan kepada Harut dan Marut tentang makhluk yang pernah membuat kerusakan dan pertumpahan darah dibumi.[17]
  • Ad-Dam'u - Malaikat yang selalu menangis jika melihat kesalahan manusia.[19]
  • An-Nuqmah - Malaikat yang selalu berurusan dengan unsur api dan duduk disinggasana berupa nayala api, ia memiliki wajah kuning tembaga.[19]
  • Ahlul Adli - Malaikat besar yang melebihi besarnya bumi besera isinya dikatakan ia memiliki 70 ribu kepala.[19]
  • Malaikat berbadan api dan salju - Malaikat yang setengah badannya berupa api dan salju berukuran besar serta dikelilingi oleh sepasukan malaikat yang tidak pernah berhenti berzikir.[19]
  • Penjaga matahari - Sembilan Malaikat yang menghujani matahari dengan salju.[22][23]
  • Malaikat Rahmat - Penyebar keberkahan, rahmat, permohonan ampun dan pembawa roh orang-orang shaleh, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat `Adzab.[24]
  • Malaikat `Azab - Pembawa roh orang-orang kafir, zalim, munafik, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat Rahmat.[25]
  • Malaikat pegunungan - Malaikat yang menjaga pegunungan.[26]
  • Pelindung dan pemberi dukungan orang beriman - Para malaikat yang pelindung orang-orang beriman ketika hidup didunia dan akherat, ketika orang beriman dalam keadaan sekarat mereka akan memberikan dukungan.[27]
  • Pembeda haq dan bathil - Para malaikat yang ditugaskan untuk membedakan antara yang benar dan salah kepada manusia dan jin.[28]
  • Penentram hati - Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin untuk meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut.[29]
  • Penjaga 7 pintu langit - 7 malaikat yang menjaga 7 pintu langit. Mereka diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.[30]
  • Pemberi salam ahli surga - Para malaikat yang memberikan salam kepada para penghuni surga.[31]
  • Pemohon ampunan orang beriman - Para malaikat yang terdapat disekeliling 'Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.[32]
  • Pemohon ampunan manusia di bumi - Para malaikat yang bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi.[33]
  • Pengatur urusan dunia - Malaikat yang mengatur urusan manusia didunia.[34]
  • Pendengar bacaan Qur'an manusia - Para malaikat yang mendengarkan dan menelan bacaan Qur'an ketika manusia salat.[35]
  • Pendo'a orang yang berinfaq dan orang kikir - Para malaikat yang berdoa setiap pagi dan sore untuk orang yang berinfaq dengan doa kebaikan dan penahan infaq dengan doa kehancuran.[36]
Nama Malaikat Maut dikatakan Izrail, tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. Dalam Al Qur'an dia hanya disebut Malak al-Maut atau Malaikat Maut.
Malaikat Jibril, walau namanya hanya disebut dua kali dalam Al Qur'an, ia juga disebut di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan sebutan lain seperti Ruh al-Qudus, Ruh al-Amin/ Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya.
Dari nama-nama malaikat di atas ada beberapa yang disebut namanya secara spesifik di dalam Al Qur'an, yaitu Jibril (QS 2 Al Baqarah: 97,98 dan QS 66 At Tahrim: 4), Mikail (QS 2 Al Baqarah: 98) dan Malik (QS Al Hujurat) dan lain-lain. Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir disebut dalam Hadits.

Wujud Malaikat

Wujud para malaikat telah dijabarkan di dalam Al Qur'an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi:
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1)
Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.
Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk[37] tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Yaitu wujud asli malikat Jibril .[38]
Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.

Sifat Malaikat

Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut:
  1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.[39]
  2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
  3. Selalu takut dan taat kepada Allah.[40][41]
  4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.[42]
  5. Mempunyai sifat malu.[43]
  6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.[44]
  7. Tidak makan dan minum.[45]
  8. Mampu mengubah wujudnya.[46]
  9. Memiliki kekuatan[47][48] dan kecepatan cahaya.[49]
Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi'raj.
Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia, seperti dalam kisah Ibrahim, Luth, Maryam, Muhammad dan lainnya.
Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah "Malaikat Yang Terjatuh" (Fallen Angel). Azazil yang kemudian mendapatkan julukan Iblis, adalah nenek moyang Jin, seperti Adam nenek moyang Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari 'api yang tidak berasap', sedang malaikat dicipta dari cahaya.

Tempat yang tidak disukai Malaikat

Menurut syariat Islam ada beberapa tempat dimana para malaikat tidak akan mendatangi tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya pengecualian terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pendapat ini telah disampaikan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu di antara lain adalah:
  1. Tempat yang di dalamnya terdapat anjing, (kecuali anjing untuk kepentingan penjagaan keamanan, pertanian dan berburu);[50][51]
  2. Tempat yang terdapat patung (gambar);[52]
  3. Tempat yang di dalamnya ada seseorang muslim yang mengancungkan dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim;[53]
  4. Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat.[54]
Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari hadits shahih yang dicatatat oleh para Imam, di antaranya adalah Ahmad, Hambali, Bukhari, Tirmidzy, Muslim dan lainnya. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang.
Malaikat Jibril pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin datang ke rumahnya, dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur.[55] Malaikat Rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan (memelihara) anjing.[56]
Continue Reading

Mengenal Malaikat,,,

| 0 comments

Malaikat adalah makhluk ghaib. Mereka adalah makhluk Alloh yang beribadah kepada-Nya dan tidak memiliki hak sedikitpun dari sifat rububiyyah dan uluhiyyah. Mereka diciptakan  oleh Alloh dari cahaya dengan diberi kenikmatan untuk tunduk dengan sempurna kepada perintah-Nya serta diberi kekuatan untuk melakukannya.
Alloh ‘azza wa jalla berfirman :
“Dan kepunyaan-Nya lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang disisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” QS. Al-Anbiya’ ;19-20

Jumlah mereka sangat banyak sekali, tidak ada yang bisa menghitungnya selain Alloh. Sebagaimana diriwayatkan dalam “Shahihain” dari hadits Anas tentang kisah Mi’rajnya Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam yang diangkat sampai Baitul-Ma’mur yang berada dilangit yang mana sholat didalam Baitul-Ma’mur tersebut setiap harinya 70.000 malaikat dan apabila sudah keluar tidak pernah kembali lagi, begitu seterusnya [Imam Bukhari, Kitab Badail-Wahyi bab Dzikrul-Malaikah dan Imam Muslim, Kitab Kitabul-Iman bab Al-Isra' bi Rosulillah wa Fardhus Sholawat]
Iman kepada Malaikat mengandung 4 unsur :
Pertama : Beriman dengan keberadaan mereka.
Kedua : Beriman dengan nama-nama mereka yang kita ketahui seperti Jibril, adapun yang tidak kita ketahui namanya maka kita mengimani mereka secara global (umum).
Ketiga : Beriman dengan sifat-sifat mereka yang kita ketahui seperti sifatnya Jibril yang dikhabarkan oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bahwa beliau pernah melihatnya dalam wujud aslinya yang memiliki 600 sayap dan setiap sayapnya menutupi ufuk [Imam Bukhari, Kitab Badail-Khalq, 3232-3233]
Kadang-kadang malaikat merubah dirinya seperti wujud manusia atas perintah Alloh. Sebagaimana yang dilakukan Jibril tatkala Alloh mengutusnya kepada Maryam ia merubah dirinya dalam bentuk manusia.
Juga ketika ia datang kepada Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam yang sedang duduk bersama para shahabatnya, ia datang dalam bentuk manusia dengan pakaian yang putih bersih, rambutnya hitam legam, serta tidak ada seorang shahabat yang mengenalnya [HR. Muslim dari Umar bin Khaththab]
Keempat : Beriman dengan apa yang kita ketahui dari tugas-tugas yang Alloh bebankan kepada mereka seperti bertasbih dan beribadah kepada Alloh sepanjang malam dan siang tanpa rasa bosan dan malas.
Sebagian dari mereka ada yang memiliki tugas-tugas khusus, diantaranya :
1. Jibril Al-Amin bertugas menyampaikan wahyu dari Alloh kepada para Nabi dan Rasul.
2. Mikail bertugas menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuhan.
3. Israfil bertugas meniup sangkakala ketika telah datang hari Kiamat dan ketika manusia dihidupkan kembali.
4. Malaikat Maut bertugas mencabut nyawa seorang hamba ketika telah datang ajalnya.
5. Malaikat yang bertugas mengurusi Neraka, yakni menjaganya.
6. Malaikat yang bertugas mengurusi janin yang masih dalam kandungan jika telah genap berumur 4 bulan didalam rahim ibunya. Alloh mengutus kepadanya malaikat yang diperintahkan untuk mencatat rejeki, ajal, amalan kecelakaan atau kebahagiaan janin tsb.
7. Malaikat yang bertugas menjaga amalan bani Adam dan mencatatnya, setiap orang disertai dua malaikat yang satu berada di kanan dan yang satunya berada di sebelah kirinya.
8. Malaikat yang bertugas menanyai mayyit jika telah dikubur, datanglah dua malaikat menanyainya tentang Robb, agama dan nabinya.
Beriman kepada malaikat membuahkan faedah-faedah yang mulia, diantaranya :
Pertama : Mengetahui keagungan, kekuatan, kekuasaan Alloh karena kebesaran makhluk sebagai bukti akan keagungan dan kebesaran penciptanya.
Kedua : Menumbuhkan rasa syukur kepada Alloh atas perhatian-Nya kepada bani Adam. Yang mana Dia telah menugaskan malaikat untuk menjaga dan mencatat amalan mereka serta berbagai kemaslahatan yang lainnya.
Ketiga : Menumbuhkan kecintaan kepada malaikat atas ibadah mereka kepada Alloh.
Sebagian orang-orang yang emnyimpang (sesat) mengingkari bahwa malaikat itu memiliki jasad. Mereka mengatakan bahwa malaikat itu hanyalah ibarat dari kekuatan baik yang sempurna yang ada di tubuh makhluk. Ini merupakan bentuk pendustaan terhadap Kitabullah dan Sunnah Rosulullah serta ijma’ kaum Muslimin.
Alloh ‘azza wa jalla berfirman :
“Segala puji bagi Alloh Pencipta langit dan bumi, Yang Menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat.” QS. Fathir ; 1
“Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata) : ‘Rasakanlah olehmu siksa Neraka yang membakar’, (tentulah kamu akan merasa ngeri)” QS. Al-Anfal ; 50
Alloh berfirman mengisahkan tentang ahlul-jannah :
“Sedang malaikat-malaikat masuk  ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan) ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum’. Maka alngkah baiknya tempat kesudahan itu.” QS. Ar-Ra’du ; 23-24
Dan dalam Shohih Bukhari dari Abu Hurairah, bahwa Rosulullah bersabda, “Apabila Alloh mencintai seorang hamba maka Ia memanggil Jibril : ‘Sesungguhnya Alloh mencintai fulan maka cintailah dia!’ maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada segenap penghuni langit, ‘Sesungguhnya Alloh mencintai fulan maka cintailah dia!’ maka segenap penghuni langit pun mencintainya. Kemudian Alloh menjadikannya diterima dengan senang dan ridha oleh penduduk bumi.” HR. Bukhari dan Muslim
-diringkas dari Kitab Syarh Tsalatsatul Ushul ; Syaikh Bin Baaz dan Syaikh Al Utsaimin ; Maktabah Al-Ghuroba’-
Continue Reading

MENGENAL KAYU MENGANDUNG TUAH

Saturday, February 23, 2013 | 0 comments


Allah menciptakan alam ini beserta isinya dengan kata “KUN”, alam ini sangat banyak rahasia terpendam yang masih banyak belum dapat di ungkap oleh manusia. Bagaimanakah cara mengungkapnya? Tentulah Ilmu. Ilmu akan melahirkan pengetahuan, kemudian Pengetahuan akan membuahkan tehnologi yang dapat mengungkap bermacam rahasia dialam ini.
Salah satu contoh pada tahun 1987-1989, FAKULTAS MIPA UGM DENGAN ALAT Canggihnya bernama CHRONOMETER menemukan berbagai kayu yang mengandung tuah SEBAGAI PEMANCAR ENERGI METAFISIKA, hasil PENELITIAN MENUNJUKAN BAHWA ENERGI DARI KAYU BERTUAH BESARNYA 2X LIPAT DIBANDING ENERGI YANG DIDAPAT DARI BATU PERMATA ATAUPUN PUSAKA
HASIL penelitian tahun 1987-1989 di Fakultas MIPA UGM (Universitas Gajah Mada) oleh dr. Untoro, dkk dengan Chronometer menunjukkan bahwa energi yang terdapat pada “Kayu Bertuah”, besarnya dua kali lipat dibanding energi Tosan Aji atau
Pusaka. Jika energi pusaka pada level 50, energi yang terdapat pada kayu “bertuah” mencapai level 100.
Kayu-kayu tertentu memiliki kekuatan pemancar. Misalnya, anda berniat ingin selamat dari kejahatan, maka kayu itu menjadi pemancar dari niat tersebut. Kayu memancarkan energi (nur/cahaya). Cahaya memiliki frekuensi sangat
tinggi dan gelombang molekul ion yang jika dipicu dengan doa, frekuensinya menjadi lebih kuat, tinggi dan menimbulkan aura. Cahaya rumusnya 328 tahun cahaya atau R sehingga logika manusia tidak dapat menjangkau.
Ketika masih hidup, kayu “bertuah” mengandung zat-zat netrogenium yang sangat tinggi.
Aneka Kayu Bertuah Tersebut adalah :
1. KAYU KAUKA WARNA kayu bermacam-macam tergantung tempat asal kayu, kayu ini banyak ditemukan di negara arab, mesir, yordania, UNTUK KWALITAS BAGUS DARI KAYU KAUKA/KOKA/PUKAH HANYA ADA DI MESIR KARENA WARNANYA BAGUS, SERAT YANG KUAT, DAN TENTUNYA HARGANYA MAHAL KAYU TERSEBUT MEMPUNYAI TUAH KESELAMATAN, PENGOBATAN, PENGASIHAN, PENOLAK HAWA NEGATIF DAN MASIH BANYAK KAROMAH YANG TERKANDUNG DIDALAMNYA , KAYU TERSEBUT BANYAK DIDAERAH TIMUR TENGAH YANG KONON DIJADIKAN SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN KAPAL, TONGKAT PARA NABI.
2. KAYU SETIGI LAUT ATAU kayu sulaiman banyak ditemukan ditepi pantai MEMPUNYAI TUAH KEWIBAWAAN, KEKUATAN, ANTI DAYA NEGATIF DAN SIHIR WARNA KAYU MUDA KECOKLATAN DAN MEMPUNYAI EFEK BERSINAR / BAYANG BAYANG KAYU.
3. KAYU MENTAWA MEMPUNYAI tuah penetral daya gaib, RACUN kiriman gaib JUGA UNTUK PENYEMBUHAN KENA santet dan pelet.
4. KAYU JATI LUWIH MEMPUYAI TUAH KEWIBAWAAN, PENUNDUK ORANG MAUPUN BINATANG BANYAK DIGUNAKAN SEBAGAI TONGKAT KOMANDO.
5. KAYU KEBAK MEMPUNYAI TUAH penglarisan dalam hal perniagaan, SALES. BIASANYA DITEMUKAN DI DAERAH PEGUNUNGAN YANG TINGGI WARNA KAYU AGAK PUTIH KEPUTIHAN.
6. KAYU LONTROK MEMPUNYAI TUAH penyembuhan segala macam santet, SERTA MEMPERMUDAH WANITA UNTUK MELAHIRKAN.
7. KAYU BOGA MEMPUNYAI TUAH sebagai induk dari semua untuk urusan penglarisan/berdagang, WARNA KAYU COKLAT KECOKLATAN.
8. KAYU GALIH KELOR MEMPUNYAI TUAH sebagai kewibawaan, penetralisir hawa negatif, memusnahkan kekuatan gaib seseorang DENGAN WARNA KAYU COKLAT KEHITAMAN MAKANYA KAYU ini disebut juga dengan nama GALIH KELOR KARENA GALIH MERUPAKAN TERAS DALAM DARI BAGIAN KAYU YANG BERWARNA HITAM ARANG. UNTUK MENEMUKAN KAYU GALIH INI MEMANG SUSAH KARENA ITU KAYU GALIH KELOR TERMASUK KAYU YANG LANGKA.
9. KAYU GALIH ASEM BERWARNA COKLAT KEHITAMAN WARNA TERSEBUT ASLI DARI ALAM DIKARENAKAN GALIH ASEM TERSEBUT SUDAH BERUMUR RATUSAN TAHUN, MEMANG KAYU GALIH ASEM JAMAN SEKARANG BANYAK DIBURU PARA KOLEKTOR KARENA LANGKA DAN BERTUAH. DAN YANG PASTI HARGANYA MAHAL. BANYAK KERAJINAN DARI KAYU TERSEBUT DIJUAL DENGAN HARGA YANG MELANGIT. kayu ini mempunyai tuah pengasihan tingkat tinggi, penolak hawa negatif, menghapus kekuatan jahat seseorang, tuah keselamatan, tuah kewibawaan, memilki pukulan mematikan.
10. KAYU GAHARU WARNA KAYU TERSEBUT COKLAT MUDA , DAN ADA JUGA YANG COKLAT TUA. BAU KHAS KAYU TERSEBUT MENANDAKAN KELAS KAYU YANG TINGGI KARENA KEHARUMAN KHAS GAHARU,BANYAK JUGA DIJADIKAN MINYAK KAYU GAHARU. KAYU GAHARU MEMPUNYAI TUAH SEBAGAI SYARAT PERMOHONAN DOA KARENA BAU YANG SANGAT KHAS, meningkatkan proses meditasi, zikir, yoga, meningkatkan energi tenaga prana atau tenaga dalam, meningkatkan energi spiritual, pelarisan, pengasihan, di sukai dalam pergaulan.
11. KAYU SECANG DENGAN WARNA KAYU COKLAT KEMERAHAN DAN BIASANYA KAYU TERSEBUT BANYAK MACAM DIJADIKAN SEBAGAI BAHAN OBAT OBATAN JUGA MEMPUNYAI FUNGSI TUAH SEBAGAI SARANA PELARISAN DAGANG DENGAN CARA SETIAP HARI DIRENDAM SELAMA 15 MENIT, DAN AIR TERSEBUT DIBUANG DIDEPAN TOKO/TEMPAT BERJUALAN.
12. KAYU TESEK MEMPUNYAI TUAHditakuti bangsa jin jahat, KEWIBAWAAN DAN KEKUATAN BARANG SIAPA MENYIMPAN KAYU TERSEBUT DIDALAM RUMAH AKAN TERASA DINGIN SEHINGGA DAPAT MENENTRAMKAN KELUARGA, KAYU INI MASIH satu rumpun DENGAN KAYU SEJENIS SETIGI NAMUN HANYA BEDA WARNA DI TERAS KAYUNYA.
13. KAYU SONGGO LANGIT MEMPUNYAI TUAH KEMULIAAN, KEKUATAN LAHIR BATIN.
14. KAYU NOGOSARI MEMPUNYAI TUAH PENOLAK PETIR, KEWIBAWAAN,KEKUATAN, PENAJAMAN INDERA BATIN, KAYU INI BANYAK FUNGSINYA.
15. KAYU CENDANA MEMPUNYAI TUAH PENGUAT RASA DOA, KELUHURAN BUDI, BERSIFAT KALEM KARENA KEHARUMANNYA.
16. KAYU LIWUNG MEMPUNYAI TUAH KESELAMATAN LAHIR BATIN, KEMULIAAN, SANGAT BAHAYA BILA DIGUNAKAN OLEH ORANG YANG GAMPANG NAIK DARAH KARENA MENJADIKAN KEBERANIAN TINGKAT TINGGI JAMAN DAHULU BANYAK DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT UNTUK BERPERANG.
17. KAYU WAHYU MEMPUNYAI TUAH SEBAGAI kyu jungjung derajat, wibawa luar biasa, mulya langgeng/kemulyaan.
18. KAYU SETIGI DARAT siapa tidak kenal kayu setigi , KAYUNYA MERUPAKAN KAYU BERTUAH NO 1 DIANTARA ANEKA KAYU BERTUAH LAINNYA KAYU TERSEBUT MEMPUNYAI TUAH KESELAMATAN, KEREJEKIAN, KESELAMATAN, PENOLAK BISA BINATANG, OBAT, PENOLAK SIHIR, KEWIBAWAAN TINGGI,PENGASIHAN MUTLAK NO 1 DIANTARA KAYU BERTUAH LAINNYA.WARNA KAYUNYA HITAM DENGAN KAMBIUM BERWARNA HITAM KEMERAH MERAHAN.
19. KALIMASADA adalah PASANGAN dari Kayu Stigi dan Dewa Dharu. KeDUA jenis kayu ini banyak diburu pejabat. Kayu Kalimasada banyak dikoleksi para bisnismen. Biasanya dipadukan dengan Kayu Setigi dan Dewa Dharu dalam bentuk tasbih atau assesoris. Jika ketiganya disatukan, memiliki energi luar biasa untuk :
Melancarkan rezeki, Meningkatkan keluhuran budi, Kewibawaan dan Keselamatan, Umbul derajat dsb
20. KENGKENG adalah kayu khusus yang memiliki karakter menentramkan. Karena itu kayu Kengkeng sering digunakan untuk menenangkan bayi rewel (menangis) dengan cara diletakkan di bawah bantal. Fungsi lain kayu ini untuk :
Menentramkan rumah tangga yang sering ribut, Meningkatkan ketenangan batin dan Keselamatan jiwa
Bagi yang ingin lingkungan rumah atau kontor menjadi lebih sejuk, tenang dan damai gunakan kayu Kengkeng sebagai sarana.
21.  WINONG sering digunakan para ahli ilmu spiritual (metafisika) yang meyakini bahwa manusia yang masih hidup dapat berkomunikasi dengan ruh. Kayu ini disukai para makhluk ghaib dan ruh para leluhur sekaligus untuk :  Menolak santet, guna-guna, Kebijaksanaan, Keselamatan jiwa. Mereka yang nyalinya kecil, memiliki gejala jiwa dan lemah jantung tidak disarankan memanfaatkan kayu ini. Kayu ini dapat menjadi sarana pemikat agar makhluk-makhluk halus berkenan mambantu segala aktivitas kita.
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KHABAR TIADA BATAS - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger